Kemaren malam keponakan saya tiba-tiba mendekati saya yang sedang duduk di depan meja komputer dan berbisik di telinga saya. Pertama saya kirain ada apa karena dia sampai mendekati dan berbisik di telinga saya, saya tidak terlalu jelas dia ngomong apa sehingga saya berkata hah ? Dia pun mendekat dan ngomong sekali lagi:
“tadi saya nonton ’500 Days of Summer’, saya merasa pemeran utama cewek difilm ini mirip kamu (sifatnya).”
Saya pun dengan muka agak bingung bertanya, mank ada apa dengan dia ? Dan dia pun menjawab:
“cewek itu sama kayak kamu karena dia tidak serius dalam suatu hubungan. difilm ini, cowok itu benar-benar mencintainya dan cewek itu menyuruh cowok ini jangan terlalu serius sama dia. ending nya se mereka tidak bersama dan bla bla… “
Uhm.. Jadi di mata keponakan saya ini, saya adalah orang yang never serious dalam suatu hubungan sehingga sering kali gonta-ganti cowok ? Sebenarnya saya bukannya tidak ingin serius dalam berhubungan dengan seseorang tapi sampai hari ini, menit ini bahkan detik ini saya masih belum menemukan seseorang yang benar-benar bisa membuat jantung saya berdetak sepuluh bahkan seratus kali lebih kencang (apabila benar seperti yang sering di omongkan bahkan dikumandangkan orang-orang). Saya tidak pernah bertemu dengan seseorang yang membuat saya terpana dan tertarik. Saya juga belum menemukan seseorang yang ketika saya berada didekatnya maka jantung saya akan berdetak tidak karuan bahkan berasa hampir kehilangan napas (saking cepatnya tuch jantung berdetak hehe…).
Dulu, jantung saya juga pernah berdetak kencang untuk seseorang dan saya juga pernah memimpikan pernikahan yang akan membuat saya tidak akan melupakannya (seumur hidup) sampai ke bulan madu yang romantis tapi ketika kepercayaan dan khayalan-khayalan tidaklah sesuai dengan kenyataan maka saat itu juga semua mimpi-mimpi indah hancur berkeping-keping sehingga membuat saya sadar kalau tidak ingin sakit hati ini terulang dan disakiti orang lagi maka saya harus memprotect diri saya sekuatnya.
Sehingga sejak saat itu pun saya sudah mengubur hati, perasaan bahkan debaran jantungku di relung hatiku yang terdalam karena saya sadar kalau tidak ingin kejadian yang sama terulang maka saya harus memilih menjadi orang yang lebih dicintai daripada mencintai. Mungkin orang-orang akan bilang bahwa saya ini pengecut yang tidak berani berkorban demi cinta sehingga pada akhirnya saya pun tidak akan pernah mendapatkan cinta sejati tapi saya tidak peduli. Kalau dalam suatu hubungan ‘cinta’ harus diiringi ‘pengorbanan’ maka saya memilih tidak mencintai karena kadang kita sudah berkorban pun belum tentu akan mendapatkan balasan yang kita inginkan. Memang ada orang bilang, yang penting sudah mencoba dan berusaha bahkan berkorban dan kalau akhirnya tidak sesuai dengan harapan maka kita pun tidak akan menyesal karena setidaknya kita telah berusaha, setidaknya kita pernah memilikinya tapi menurut saya ini hanyalah kata-kata untuk menghibur diri sendiri tapi siapa yang tahu kepedihan dan kesedihannya ?
Mengapa mencintai seseorang harus diiringin dengan pengorbanan ? Apakah benar mencintai seseorang itu tidak cukup hanya dengan kata cinta ? Kalau benar maka saya memilih menjadi orang yang pengecut bahkan pecundang dalam hal cinta karena saya tidak ingin di sakiti lagi karena perasaan itu sangatlah tidak enak. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan luka dihatiku dan semenjak saat itu pun saya menutup hatiku untuk siapapun. Percaya atau tidak tapi semenjak saat itu hatiku tidak pernah berdetak untuk siapapun lagi jadi ketika saya berpacaran dengan seseorang saya pun bingung apakah saya berpacaran dengannya karena saya suka bahkan mencintainya ? Kalau benar saya mencintainya, kenapa ketika dia berada didekat saya, hati saya tidak berdebar dengan cepat ? Dan kenapa saya tidak pernah merasa kangen sama dia sehingga ingin menelponnya dan ngobrol dengannya sampai pagi (yang sering di lakukan orang”) ?
Masih begitu kenapa lagi tapi saya tahu biarpun saya bertanya sama siapapun dan menuliskan semua kenapa disini, saya tahu saya tidak akan mendapat jawabannya karena saya sendiri juga bingung sama perasaan dan pikiran saya. What i’m really want ?
hidup kan emang pengorbanan.
mau pinter, belajar mpe tengah malam, bahkan subuh2 bangun utk belajar lagi.
mau dapat kerjaan bagus, sekolah tinggi2, dibela2in sekolah malem sambil kerja. lari2 ngejar waktu. padahal juga gak ada jaminan akan tercapai.
hhhmm, jadi inget satu kata2.
cinta itu sama seperti hidup.
ada banyak jalannya.
tidak setiap jalan itu mudah.
tidak setiap jalan berakhir bahagia.
tapi kalau kita tidak menyerah pada kehidupan, kenapa juga kita menyerah pada cinta.
—————-
tapi ya itu cuma kata2 doank yach :p
haha.. nah kalau soal berkorban untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik or ke masa depan yang lebih baik yach beda ceritanya mboi…
and biarpun at last hasilnya ga terlalu memuaskan tapi setidaknya khan kehidupan juga ga terlalu bad kali
kalau cinta khan beda.. begitu kita benar” mencintai seseorang dan sudah berkorban ini itu but balasannya tidak sesuai harapan maka sakit hatinya lebih dalam loh
yach seperti kata loe.. cuman kata” doank haha
ya tinggal beda pribadinya aja.
ada juga orang yg ga tahan gagal di carrier sampe bunuh diri :p
ho oh
buat apa memperjuangkan cinta (bagi gw)